SEJARAH BANJAR GELAGAH PUWUN

  • 05 Juli 2018
  • Dibaca: 492 Pengunjung
SEJARAH BANJAR GELAGAH PUWUN

 Desa Kekeran adalah salah satu desa yang terdiri dari 8 banjar, salah satunya yaitu banjar Gelagah Puwun. Banjar ini merupakan banjar yang terletak paling utara diantara banjar yang lainnya. Di bagian utara banjar Gelagah Puwun berbatasan dengan banjar Wira Darma yang merupakan bagian dari Desa Mengwitani. Sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan banjar Delod Sema.

Untuk menulis sebuah sejarah ataupun nama sebuah banjar sangatlah sulit. Karena kurangnya data-data tertulis seperti prasasti dan sebagainya. Demikian pula informasi dari orang-orang tua yang mendalami tentang cerita lama.

Menurut Ida Bagus Aji Batan Wani, Kukuh mengatakan " Dahulu Desa Kekeran dipimpin oleh Ida Gusti Agung Ngurah Batu Tumpeng yang memiliki patih yaitu Ki Gusti Kebon Tubuh, Ki Bendesa dan semua warga masyarakat Kekeran itu sendiri. Sedangkan di Desa Kaba-kaba dan sekitarnya dipimpin oleh Ida Gusti Agung Kaba kaba yang dikenal dengan nama Ida Arya Belog yang memiliki patih yaitu Ki Kedualan Bendesa dan warga masyarakat Kaba-kaba itu sendiri. Diceritakan terjadi perang yang sangat sengit antara Desa Kekeran dan Desa Kaba-kaba. Saat perang terjadi datanglah pasukan Desa Kekeran menyerbu dengan membawa api obor dan kemudian membakar alas gelagah (hutan yang berisi tumbuhan sejenis alang-alang). Sehingga hutan tersebut hangus terbakar semua. Ida Arya Belog dan pasukannya kemudian lari dengan terbirit-birit. Setelah itu semua masyarakat kekeran memperoleh kemenangan. Karena musuh telah kalah yang disebabkan oleh dibakarnya alas gelagah hingga hangus (puwun), maka lokasi alas gelagah yang terbakar hingga hangus tersebut dinamakan Banjar Gelagah Puwun".(008/KIM KKR)

  • 05 Juli 2018
  • Dibaca: 492 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel