MENGENAL SEJARAH PURA PASEK TOHJIWA

  • 05 Juli 2018
  • Dibaca: 2104 Pengunjung
MENGENAL SEJARAH PURA PASEK TOHJIWA

Pura adalah salah satu bangunan penting terutama bagi masyarakat yang beragama hindu. Di Bali jumlah pura yang ada sangatlah banyak bahkan sampai ribuan sesuai dengan julukan yang di sandangkan untuk Pulau Bali yaitu "Pulau Seribu Pura". Termasuk di Desa Kekeran, diantara sekian banyak pura yang ada Pura Pasek Tohjiwa adalah salah satunya. Tepatnya Pura Pasek Tohjiwa terletak di Gang Danau Beratan, Banjar Delod Yeh, Desa Kekeran. Pura ini diempon oleh sebagian besar masyarakat di Banjar Delod Yeh dan beberapa lagi ada dari luar banjar bahkan dari luar Desa Kekeran. Piodalan Pura Pasek Tohjiwa jatuh setiap 1 tahun sekali yakni pada Purnamaning ketiga. Luas pura ini memang tidak terlalu besar, namun kondisinya sangat layak dan bersih. Dan setelah dilakukan renovasi kurang lebih 2 tahun yang lalu kondisi Pura Pasek Tohjiwa saat ini sangat baik, bersih dan terawat.

Sejarah Pura Pasek Tohjiwa erat kaitannya dengan Ki Pasek Badak. Salah satu tokoh masyarakat di Banjar Delod Yeh, I Wayan Tantra menceritakan bagaimana sejarah dari Pura Pasek Tohjiwa berdasarkan babad yang ada. "Dahulu kala diceritakan Raja Mengwi ingin memperluas wilayah kekuasaannya ke arah selatan dari Desa Buduk, Tumbak Bayuh, Munggu, Cemagi, hingga tepi Segara Seseh.Tapi keinginan beliau terhadang dengan adanya pemimpin yang sangat digjaya, sakti, yang memimpin daerah selatan yang berkedudukan di Desa Buduk. Pemimpin tersebut bernama "Pangeran Tohjiwa" yang sering dijuluki Ki Pasek Badak karena kekuatannya yang sangat besar layaknya badak. Raja mengwi dan Patihnya langsung berunding dan memutuskan untuk mengundang Ki Pasek Badak untuk jamuan makan di Kerajaan Mengwi. Setelah menikmati hidangan yang ada Raja Mengwi Lantas mengutarakan keinginannya untuk memiliki daerah di selatan. Ki Pasek Badak terkejut dan berkata bahwa ia tidak akan memberikan wilayah kekuasaanya sejengkalpun untuk Raja Mengwi. Pertempuran pun terjadi dan Raja Mengwi kalah dalam pertempuran tersebut. Raja Mengwi lalu melakukan tapa ke utara yakni di Puncak Mangu. Setelah bertapa beliau mendapatkan anugrah dari para Dewata yang berupa sebuah senjata. Sepulangnya beliau dari bertapa, beliau langsung menantang Ki Pasek Badak untuk berperang dengan taruhan wilayah selatan. Ki Pasek Badak langsung menerima tantangan Raja Mengwi. Perang pun terjadi di detik-detik terakhir Raja Mengwi menggunakan senjata anugrah para Dewata yang didapatkan di Puncak Mangu. Ki Pasek Badak mengakui kekalahannya dan akan menyerahkan wilayah kekuasannya kepada Raja Mengwi dengan syarat ada anggota kerajaan yang akan menyembah dirinya nanti. Raja Mengwi menyanggupi permintaan Ki Pasek Badak. Lalu para pengikut Ki Pasek Badak mendengar berita bahwa pemimpinnya telah gugur. Mereka semua ketakutan dan memilih untuk melarikan diri sampai ke Kekeran tepatnya di Banjar Delod Yeh. Merakalah yang selanjutnya disebut Terehan Pasek Tohjiwa dan menjadi cikal bakal dibangunnya Pura Pasek Tohjiwa di Banjar Delod Yeh". Ujarnya saat menceritakan dengan singkat sejarah Pura Pasek Tohjiwa berdasarkan babad yang ia baca.

Pura Pasek Tohjiwa terdiri dari 2 bagian yaitu Utama Mandala dan Madya Mandala. Pada bagian utama mandala terdapat beberapa pelinggih dan bangunan suci lainnya sebagai linggih atau tempat berstananya para Dewa. Sedangkan di bagian madya mandala terdapat 2 bangunan yaitu sebuah bale kulkul di bagian selatan dan bale gong dibagian utara yang biasanya akan digunakan saat ada pujawali atau piodalan. Sampai saat ini Pura Pasek Tohjiwa masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Delod Yeh. Bahkan generasi muda di Banjar Delod Yeh sempat mengangkat kisah Pasek Tohjiwa sebagai tema dalam pementasan Baleganjur tahun ini dalam rangka Pembukaan Porsenides Desa Kekeran. Melihat hal tersebut besar harapannya agar generasi muda yang ada akan tetap melestarikan dan menjaga Pura Pasek Tohjiwa sekaligus pasemetonan (persaudaraan) antar warga pengempon Pura Pasek Tohjiwa. (007/KIM KKR)

  • 05 Juli 2018
  • Dibaca: 2104 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel