PURA DALEM MATARAM

  • 03 Juli 2018
  • Dibaca: 502 Pengunjung
PURA DALEM MATARAM

Bali merupakan suatu pulau yang sering dijuluki “Pulau Seribu Pura”. Pura merupakan tempat beribadah bagi umat beragama Hindu, khususnya di Desa Kekeran,  Kecamatan Mengwi,  Kabupaten Badung sendiri terdapat beberapa bangunan pura,  salah satunya adalah Pura Dalem Mataram.

Secara administratif, Pura Dalem Mataram terletak di wilayah Banjar Penyarikan,  Desa Kekeran,  Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung,  yang berada pada ketingggian sekitar 25 meter dari atas permukaan laut.  Pura Dalem Mataram ini dapat dicapai dengan menggunakan sepeda motor atau mobil,  dengan jarak tempuh kira kira 11 km dari Puspem Badung atau sekitar 18 km dari pusat Kota Denpasar.

Menurut jero mangku I Made Teker sebagai pemangku Pura Dalem Mataram,  pura ini dibangun pada saat Bali mengalami kekacauan, datanglah bala bantuan dari  Kerajaan Majapahit,  sehingga kehidupan masyarakt di Bali terangkat martabatnya.  Saat itu diutus keturunan ratu mataram yang ditugasi sebagai undagi mantri atau arsitek di Bali.  Keturunannya itu bergelar Dalem Mataram. Namun sayang baru sebulan ada di Bali,  Dalem Mataram meninggal,  lalu diputuskan pengiring mataram yang bernama Pasek Marica untuk menyelesaikan upacara pengabenan bagi Dalem Mataram.  Di Majapahit,  berita meninggalnya Dalem Mataram tersiar luas,  sehingga diputuskan untuk mengirim duta yang disertai 2 orang perempuan dengan membawa peralatan memakai wadah kampil.  Setibanya pada tempat Dalem Mataram berstana di Bali,  maka dibangunlah suatu pura yang diberi nama Dalem Mataram.  Kejadian tersebut terjadi pada tahun caka 1265 atau tahun 1343 masehi yang letaknya di neriti Desa Kapal (kelod kauh) atau tepatnya di arah barat daya Desa Kapal.

Umumnya pembagian pura pura di Bali terbagi menjadi tiga mandala atau pelebahan yng melambangkan Tri Bhuana yaitu Bhurloka,  Bwah loka,  dan Swah loka.  Sedangkan Pura Dalem Mataram ini hanya terbagi menjadi dua mandala saja yaitu utama mandala yang merupakan lambang dari alam atas atau urdha dan nista mandala yang melambangkan alam bawah atau ardha.  Dengan luas sekitar 8 are , Pura Dalem Mataram ini dihiasi beberapa buah bangunan suci dan pelinggih,  termasuk pelinggih pokok pura.  Di nista mandala atau jaba sisi kita dapat melihatbale kul kul di bagian tenggara,  dan biasanya dibunyikan saat upacara di Pura Dalem Mataram.  Dari bale gong yang beradadi bagian selatan,  sebelah utaranya terdapat candi bentar,  yang di depannya terdapat apit lawang.  Masih di jaba sisi menuju ke dalam terdapat beberapa pelinggih diantaranya pelinggih ulun setra,  pelinggih naga kaang,  pelinggih gusti nyoman pengadangan,  dan bale pesambiangan di bagian baratnya. Menuju utama mandala dari jaba sisi terdapat candi kurung. Yang dibatasi oleh tembok penyengker serta didepannya terdapat apit lawang berupa raksasa.  Memasuki utama mandala terdapat aling- aling yang berupa Widyadari yang bertujuan menghalang kekuatan negatif.  Dari arah utara aling-aling menuju ke timur terdapat bale penangkilan, persimpangan pengiasan yang berfungsi sebagai tempat ngias Ida Betara pada saat pujawali.  Dari arah selatan menuju utara terdapat pelinggih ulun danu,  pelinggih Ida Ratu Made, pelinggih gedong pesimpenan sebagai pelinggih pokok dari Pura Dalem Mataram,  pelinggih disebelah utara gedong merupakan pelinggih penyawangan gunung agung.  Di bagian selatannya terdapat pesambiangan ratu alit dan ratu mas lingsing meketel.

Tata upacara keagamaan yang dilaksanakan di pura Dalem Mataram ini dapat dikelompokkan menjadi dua jenis,  yaitu upacara yang bersifat rutinn dan upacara yang bersifat insidental. Upacara keagamaan yang bersifat rutin yaitu pujawali atau piodalan yang jatu pada Buda Umanis Kulantir,  serta pujawali ini melibatkan seluruh umat hindu yang menjadi pengempon Pura Dalem Mataram. Selaku pengempon dari Pura Dalem Mataram adalah se desa Kekeran,  yang berjumlah 78 kepala keluarga,  ada juga dari wilayah Banjar Lebah Pangkung Mengwi yang berjumlah 5 kepala keluarga,  dan juga dari banjar Gegadon Kapal berjumlah 5 kepala keluarga.  Para pengempon ini bertanggung jawab penuh atas keberadaan pura,  baik kebersihan maupun kelestariannya.

Pura Dalem Mataram ini memiliki beberapa keunikan, yaitu arsitektur gedong Pura Dalem Mataram masih kuno dan diwarisi sampai sekarang. Pura ini juga merupakan pura enyungsungan umum,  tempat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam segala prabawanya atau manifestasinya,  sebagai tempat memohon kesejahteraann dan keselamatan lahir batin dan juga merupakan pura swagina karena diyakini oleh masyarakat merupakan pura undagi mantri atau pura Pertukangan atau pura memohon taksu dalam bidang arsitektur. (005/KIM KKR)

  • 03 Juli 2018
  • Dibaca: 502 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel